Rohil -- Di tengah kemegahan proyek pembangunan gedung Lapas yang menghabiskan puluhan milyar rupiah di Kelurahan Cempedak Rahuk, Kecamatan Tanah Putih, Kabupaten Rokan Hilir Provinsi Riau, tersembunyi cerita pilu yang jarang terdengar.

Puluhan tangan kasar dari warga Bandar Lampung untuk mencari kehidupan demi meninggalkan kampung halaman. Mereka datang dengan impian besar – janji manis dari kontraktor tentang pekerjaan yang layak dan penghidupan yang lebih baik. Namun sesampainya di tanah Rohil impian itu sirna seperti kabut pagi.
Bekerja diproyek pembangunan gedung Lapas Ujung Tanjung yang dimenangkan PT Cahaya Nusantara Sukses, namun pastinya puluhan pekerja asal Lampung ini selama 20 hari tanpa digaji dan kejelasan, tanpa jaminan makanan yang cukup, para tukang asal Lampung terjebak dalam kesulitan yang luar biasa saat ini.
" Dulu,kata mandor Antoni Gayus, kami kerja dibayar harian dengan gaji dua Minggu sekali, kerja satu hari, gaji tukang dibayar Rp.160 Ribu, Kernet Rp. 130 Ribu namun semua hanyalah omongan semata, sudah kerja selama 20 hari, gajipun belum dibayarkan.'' kata Anto salah satu pekerja saat dikonfirmasi, Rabu 14 Januari 2026.
Ketika ditemui awak media, perwakilan PT Cahaya Nusantara Sukses, Syafril Jambak, menyatakan bahwa hal ini bukan tanggung jawab perusahaan, melainkan pihak ketiga. "Kalau mereka ada haknya kita bayarkan hari ini juga," ucapnya sebelum meninggalkan pertanyaan besar tentang siapa yang benar-benar bertanggung jawab atas nasib para pekerja asal Lampung.