Khawatir Rusak Jalan Pemda, Masyarakat Tanah Putih Tolak Pengangkutan Tanah Urug PT. PHR

Senin, 23 Februari 2026 - 10:47:04 WIB Cetak

Rohil– Sebagian Masyarakat Kelurahan Sedinginan dan Banjar XII, Kecamatan Tanah Putih Rokan Hilir mengeluarkan surat pernyataan keberatan rencana pengangkutan tanah urug oleh subkontraktor PT. Pertamina Hulu Rokan (PHR) untuk penimbunan di Blok Rokan.

Kegiatan pengangkutan yang direncanakan dinyatakan akan melintas melalui jalan Pemda jalur dua yang berada di wilayah Kelurahan Banjar XII Kecamatan Tanah Putih, dikhawatirkan akan menyebabkan kerusakan jalan, polusi debu, dan meningkatkan risiko kecelakaan, mengacu pada masalah yang pernah terjadi sebelumnya.

Tidak hanya itu, masyarakat juga mengingatkan akan kejadian kecelakaan yang pernah terjadi pada beberapa waktu lalu akibat kondisi jalan yang rusak dan aktivitas kendaraan berat yang beroperasi. Kecelakaan tersebut tidak hanya menimbulkan kerugian materiil, tetapi juga menyakitkan hati masyarakat karena menimbulkan korban luka-luka bahkan jiwa.

"Kami sebagai masyarakat tidak ingin lagi mengalami masalah yang sama. Jalan ini adalah tulang punggung aktivitas kita sehari-hari – dari pergi bekerja, sekolah, hingga mencari kebutuhan pokok. Jika jalan rusak dan kondisi lalu lintas tidak aman, itu akan sangat mempengaruhi ," ujar Ijuf salah satu perwakilan masyarakat Kelurahan Banjar XII , Senin 22 Februari 2026.

Dalam surat pernyataan tersebut, masyarakat juga menyampaikan bahwa sikap keberatan yang mereka lakukan bertujuan untuk mencari solusi bersama dan bukan untuk menghambat perkembangan proyek. Mereka berharap pihak PT. PHR dapat mengambil pertimbangan serius terhadap aspirasi yang disampaikan dan mencari alternatif jalan yang lebih sesuai untuk pengangkutan tanah urug, atau melakukan langkah-langkah preventif yang memadai untuk menjaga kelangsungan fungsi jalan dan keamanan masyarakat.

"Kami berharap pihak perusahaan dapat datang untuk melakukan musyawarah bersama. Kita bisa mencari jalan keluar yang menguntungkan kedua belah pihak – proyek dapat berjalan lancar, dan masyarakat juga tidak dirugikan," tambah Rosdial perwakilan lainnya dari Kelurahan Sedinginan.

Masyarakat berharap pihak perusahaan mencari alternatif atau langkah preventif, dan siap melakukan penyetopan jalan jika tidak mendapatkan tanggapan memadai. Hingga kini, belum ada respon resmi dari PT. PHR. (Tim).




Tulis Komentar +
Berita Terkait+
ƒ