Rohil – Sebuah insiden adu mulut yang melibatkan oknum anggota Korps Brimob Polri Batalyon Pelopor B Manggala Junction dengan warga masyarakat terjadi di kawasan Simpang Tugu Kuda, Kelurahan Banjar XII, Kecamatan Tanah Putih, pada malam Jumat (6/3/2026) .
Peristiwa yang terjadi di lokasi umum yang menjadi tempat sebagian warga mencari nafkah ini diduga bermula dari masalah persoalan anak-anak.
Menurut informasi yang berhasil dihimpun dari berbagai pihak terkait, awal mula permasalahan terjadi pada hari Kamis (5/3/2026), ketika anak dari oknum anggota Brimob yang berinisial EK datang ke lokasi usaha permainan anak-anak yang dikelola oleh Putri – anak dari Sahidin M. Usaha yang berupa sarana bermain trampolin, mandi bola, serta aktivitas lukisan tersebut merupakan salah satu sumber penghasilan bagi keluarga Putri dan suaminya, M. Rizki.
"Diketahui bahwa anak tersebut mengganggu aktivitas usaha yang sedang berjalan, baik dengan mengganggu anak-anak lain yang sedang bermain maupun mengganggu kelancaran operasional usaha tersebut. Karena itu, Putri yang sedang mengelola usaha pada saat itu sempat memberikan teguran yang dianggap sewajarnya kepada anak tersebut," ujar salah satu anggota keluarga Sahidin.
Namun, teguran yang diberikan oleh Putri tersebut diduga tidak diterima dengan baik oleh ibu dari anak EK. Tidak lama setelah itu, pihak ibu dari anak tersebut menyampaikan keluhan kepada suaminya, yaitu EK yang merupakan anggota Brimob Batalyon Pelopor B Manggala Junction.
Menurut keterangan dari pihak keluarga Sahidin, setelah menerima keluhan dari istrinya, EK langsung datang ke lokasi usaha milik Putri pada hari Jumat sore menjelang malam.
Pada saat bertemu dengan M. Rizki, suami Putri, terjadi adu mulut yang cukup panas. Bahkan, menurut keterangan yang diberikan oleh keluarga Sahidin, EK sempat melakukan tindakan fisik dengan menarik baju M. Rizki dan memegang tangannya dengan kuat sambil mengeluarkan kata-kata yang dianggap menantang untuk berkelahi.
"Kami sangat prihatin dengan tindakan tersebut, terutama karena insiden terjadi di depan mata banyak orang dan di lokasi usaha yang menjadi sumber penghidupan kami. Belum lagi, istri dari oknum tersebut juga mengeluarkan ucapan-ucapan yang tidak pantas, termasuk doa-doa yang dinilai tidak baik kepada Putri yang saat ini sedang dalam kondisi hamil. Hal ini tentu saja membuat kami sangat keberatan ," jelas Sahidin M saat ditemui di lokasi kejadian, Sabtu (7/3/2026) pagi.
Sementara itu, Siman Zen, yang menjabat sebagai Ketua RT Wilayah Tugu Kuda, Kelurahan Banjar XII, mengkonfirmasi adanya perselisihan antara kedua pihak tersebut. Menurutnya, ketika mendapatkan informasi tentang insiden yang sedang terjadi, ia bersama beberapa tokoh masyarakat dan warga sekitar segera bergegas ke lokasi untuk menengahi dan mencegah agar situasi tidak menjadi lebih memburuk.
"Benar, memang sempat terjadi pertengkaran antara Pak Sahidin beserta keluarganya dengan oknum anggota Brimob tersebut. Kami sebagai pihak yang bertanggung jawab di lingkungan RT langsung bergerak untuk menengahi. Alhamdulillah, dengan kerja sama dari warga sekitar, kami berhasil meredakan suasana dan mendamaikan kedua belah pihak pada malam hari tersebut sekitar pukul 19.00 WIB," ujar Siman Zen dengan nada khawatir.
Ia menambahkan bahwa lingkungan sekitar Tugu Kuda selama ini dikenal sebagai tempat yang damai dan kondusif, sehingga kejadian seperti ini menjadi hal yang sangat jarang terjadi dan perlu mendapatkan perhatian dari semua pihak agar tidak terulang kembali di masa depan.
Sahidin M sendiri mengaku merasa sangat kecewa dengan sikap yang ditunjukkan oleh oknum aparat keamanan tersebut. Menurutnya, sebagai anggota institusi yang memiliki peran penting dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, seharusnya aparat dapat menjadi contoh baik dan mampu menyelesaikan masalah dengan cara yang lebih bijak dan sesuai dengan aturan yang berlaku.
"Kami tidak menginginkan hal buruk terjadi pada siapapun, namun kami berharap pimpinan Brimob, khususnya Danyon Brimob Pelopor B Manggala Junction, dapat memberikan pembinaan yang baik kepada anggotanya. Selain itu, kami juga berharap agar dapat diberikan klarifikasi dan penanganan yang tepat terkait tindakan oknum tersebut, agar kejadian serupa tidak terulang lagi, apalagi di tempat umum yang menjadi sumber nafkah bagi banyak warga," tegas Sahidin.
Ia juga mengungkapkan bahwa pihaknya merasa keberatan dengan beberapa ucapan yang diduga bernada ancaman yang dilontarkan oleh EK kepada keluarganya selama peristiwa berlangsung. Meskipun telah ada upaya damai dari pihak RT dan warga sekitar, Sahidin berharap agar pihak berwenang dapat melakukan pemeriksaan dan penanganan yang objektif terhadap kasus ini.
"Sampai saat ini, kami masih dalam keadaan tenang dan mengharapkan proses yang sesuai dengan aturan hukum. Kami juga berharap agar pihak Brimob dapat segera memberikan tanggapan resmi terkait insiden yang terjadi ini, sehingga dapat memberikan kejelasan bagi semua pihak," tambahnya.
Hingga berita ini diterbitkan melakukan upaya untuk menghubungi Pimpinan Brimob Batalyon Pelopor B Manggala Junction untuk mendapatkan keterangan resmi terkait insiden tersebut. Namun, hingga saat ini belum ada tanggapan atau keterangan resmi yang dapat diberikan oleh pihak berwenang.