Tak Main-main, Masyarakat Batu Hampar Kembali Buat Aksi Penutupan Tali Air PT. Sindora Seraya ke Bantaian

Ahad, 04 Januari 2026 - 11:43:23 WIB Cetak

Rohil - Masyarakat Bantaian, Kecamatan Batu Hampar, Kabupaten Rokan Hilir berbondong-bondong memasuki jalan perkebunan masyarakat yang berbatasan dengan PT. Sindora Seraya, pada Sabtu (03/01/2026).

Kedatangan ratusan masyarakat Bantaian itu untuk menutup kembali tali air dari PT. Sindora Seraya menuju Bantaian yang sempat jebol diterjang arus kencang.

Kali ini jumlah massa yang ikut serta melakukan penutupan tali air tersebut lebih banyak dari sebelumnya.

Penutupan tali air ini dilakukan masyarakat dengan menggunakan alat berat (Ekscavator). Batang kelapa dan batang pinang yang ditancapkan kedalam parit kemudian ditimbun dengan ribuan karung tanah supaya air dari areal PT. Sindora Seraya tidak melimpah ke pemukiman masyarakat Bantaian.

Aksi ini juga merupakan salah satu bentuk kekesalan masyarakat terhadap PT. Sindora Seraya yang tidak kunjung menyelesaikan lahan plasma sebanyak 20% dari total HGU PT. Sindora Seraya yang berada di wilayah  Bantaian, Kecamatan Batu Hampar Kabupaten Rohil.

"Hari ini kami kembali melakukan penutupan tali air yang mengarah ke Bantaian dari PT. Sindora Siraya. Sebelumnya kami sudah menghimbau kepada PT. Sindora Seraya untuk menutup tali air mengarah ke Bantaian ini tapi mereka tidak mau jadi masyarakat langsung turun melakukan penutupan yang kedua kalinya karena penutupan tali air yang pertama jebol, ini dilakukan penutupan tali air sampai tuntas, " kata Maaruf Ramli ditemui dilokasi, Sabtu (03/01/2026).

Ia menjelaskan, jumlah massa yang turun bersama untuk menutup tali air itu lebih banyak dari jumlah massa yang sebelumnya.

" Massa lebih banyak dari kemarin, jumlahnya berlipat ganda, jika belum berhasil tuntutan masyarakat mengenai plasma 20 ? nantinya massa akan turun lebih banyak dari ini lagi. Persoalan ini sudah pukuhan tahun namun perusahaan tidak mau memberikan plasma 20 ? tersebut kepada masyarakat, padahal plasma itu seharusnya setelah tiga tahun diberikan HGU nya, maka plasma itu dilaksanakan, tapi ternyata hingga sekarang plasma itu tidak diberikan, kami nilai tidak ada itikad baik dari perusahaan, " ungkapnya,kesal.

Lebih lanjut disampaikan Maaruf Ramli bahwa bilamana masyarakat mau menuntut hak dan tanggungjawab perusahaan, namun pihak PT. Sindora Seraya mengarahkan masyarakat untuk menempuh jalur hukum.

" Jika kami mau menuntut hak mereka menyuruh kami menuntut ke pengadilan, mereka kan banyak duit, kalau ke pengadilan kami tetap kalah, " tuturnya.

Rashid warga Bantaian juga menyampaikan rasa kesalnya terhadap pihak PT. Sindora Seraya. " Tujuan kami menutup tali air ini adalah bentuk kesal kami kepada PT. Sindora Seraya karena sudah 23 tahun belum juga selesai permasalahan plasma 20 ? antara PT. Sindora dengan masyarakat Bantaian, "ujarnya.

Sebelumnya, Manajer PT. Sindora Seraya, Hoktan Parulian Purba kepada wartawan  mengatakan bahwa pihaknya merasa kecewa adanya penutupan tali air yang dilakukan oleh masyarakat.

"Kecewa juga ya dengan keadaan ini tapi dengan ini nanti mudah-mudahan ada jalan terbaik lah. Perusahaan pun tidak mau ada yang menjadi korban dikedua belah pihak,"tuturnya.

Ia berharap mudah-mudahan apapun yang menjadi permasalahan bisa diselesaikan dengan musyawarah dan mufakat sesuai dengan aturan yang ada.

 Hubungan masyarakat dengan PT. Sindora cukup baik karena beberapa permintaan masyarakat terkait dengan mengantisipasi banjir,csr seluruhnya kita laksanakan dengan baik ditandatangani oleh penghulu semua, kecamatan, kepolisian cukup baik. Kalau terkait dengan ini saya kira lain hal hubungan masyarakat dengan perusahaan, itu terkait dengan undang-undang cipta kerja terkait plasma itu yang kita tahu aduan dari masyarakat tadi. 

Kita cari jalan terbaik lah jangan ada hal yang tidak kita ingin kan terjadi . Perusahaan pun harus eksis ke masyarakat, masyarakat juga harus dapat manfaat dari perusahaan tetapi harus kita ingat aturan -aturan yang sesuai dengan aturan pemerintah. pungkasnya.




Tulis Komentar +
Berita Terkait+
ƒ