Rohil - Keberadaan destinasi wisata daerah dinilai bukan sekadar pelengkap sektor pariwisata, melainkan mesin penggerak utama pertumbuhan ekonomi masyarakat pedesaan jika dikelola secara modern dan berkelanjutan.
Hal tersebut disampaikan oleh Presiden Himpunan Pelajar Mahasiswa Rokan Hilir (HIPEMAROHI) Pekanbaru, Muhammad Yusuf, di tengah agenda Upgrading dan Aksi Penghijauan organisasi yang berlokasi di Objek Wisata Pulau Tilan, Kepenghuluan Rantau Bais, Kecamatan Tanah Putih. (30-08-2026).
Dalam keterangannya, Muhammad Yusuf menyoroti pentingnya perubahan cara pandang dalam mengelola potensi pariwisata di Rokan Hilir. Menurutnya, konsep pengembangan berbasis ekowisata (ecotourism) sangat cocok diterapkan di Pulau Tilan karena memadukan kelestarian alam dengan pemberdayaan ekonomi kerakyatan.
"Pengembangan Pulau Tilan dan kawasan wisata lainnya di Rokan Hilir harus difokuskan pada konsep berkelanjutan. Lingkungannya kita jaga, tetapi multiplier effect secara ekonomi harus dirasakan langsung oleh masyarakat setempat. Pemkab Rohil harus jeli melihat peluang ini agar daya tarik wisata daerah kita tidak kalah saing dengan wilayah lain di Riau," jelas Muhammad Yusuf.
Yusuf menilai, Pemkab Rokan Hilir perlu segera merumuskan langkah lintas sektor untuk membenahi kendala mendasar yang selama ini dihadapi destinasi wisata lokal, mulai dari penataan akses transportasi, penguatan sarana infrastruktur penunjang, hingga pendampingan bagi Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis).
"Sebagai wadah intelektual muda, HIPEMAROHI Pekanbaru tidak ingin sekadar menjadi penonton. Aksi penanaman pohon yang kami gelar hari ini adalah langkah awal penegasan komitmen mahasiswa. Namun, keberlanjutan sektor ini tetap membutuhkan eksekusi kebijakan yang nyata dari dinas-dinas terkait," lanjut Yusuf.
Kehadiran Kepala Dinas PUPR Rohil Khoirul Fahmi, ST., jajaran Forkopimcam Tanah Putih, perwakilan dunia usaha, serta tokoh masyarakat dalam kegiatan tersebut dinilai menjadi sinyal positif bagi penguatan sinergi interaktif antara elemen mahasiswa, pemerintah daerah, dan masyarakat lokal.
Yusuf berharap kolaborasi multifihak ini tidak berhenti pada seremonial semata, melainkan berlanjut menjadi penyusunan program konkret pembangunan pariwisata Rokan Hilir yang ramah lingkungan dan berdampak nyata.
"Kami mendorong Pemkab Rohil menjadikan Pulau Tilan sebagai percontohan penataan wisata daerah yang terintegrasi. Jika infrastrukturnya dibenahi dan promosinya digarap serius, Rokan Hilir akan memiliki ikon wisata ekologis unggulan yang dibanggakan masyarakat," tutupnya.