Sekolah Jadi Sasaran! Aksi Oknum LSM Dikecam Warga Rimba Melintang

Jumat, 05 Juni 2026 - 01:09:03 WIB Cetak

Rohil – Aksi tidak terpuji sekelompok orang yang mengatasnamakan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) menuai kecaman keras dari kalangan pendidik hingga masyarakat di Kecamatan Rimba Melintang, Kabupaten Rokan Hilir. Pihak sekolah mengaku merasa resah setelah didatangi oknum-oknum yang bertindak menakut-nakuti, serta menuding kesalahan tanpa dasar bukti yang jelas.

Peristiwa  meresahkan itu terjadi di SMP Negeri 5 Rimba Melintang, tepatnya pada Kamis (4/6/2026). Tiga orang yang mengaku sebagai unsur LSM, salah satunya berinisial Ai, datang ke lingkungan sekolah dengan dalih ingin melakukan pengawasan terkait dugaan pungutan liar (pungli) dalam kegiatan perpisahan siswa.

Namun, kedatangan mereka jauh dari kesan lembaga kontrol sosial yang santun dan objektif. Justru sebaliknya, sikap dan cara mereka bertindak dinilai persis seperti preman. Seorang guru yang sedang bertugas piket berinisial S, menceritakan kedatangan rombongan tersebut.

Saat itu, S berusaha menjelaskan dengan baik bahwa Kepala Sekolah sedang tidak berada di tempat karena ada tugas dinas luar. Namun, penjelasan itu sama sekali tidak didengarkan dan malah dijawab dengan sikap memaksa serta tindakan fisik ringan.

“Gayanya seperti preman! Bahkan sempat terjadi dorong-dorongan saat mereka memaksa masuk ke ruang majelis guru. Sudah saya jelaskan Ibu Kepala Sekolah sedang ada urusan luar, tapi mereka tetap ngotot dan tidak mau dengar alasan apa pun,” ungkap S dengan nada kesal .

Pihak sekolah pun telah berusaha memberikan penjelasan secara gamblang bahwa kegiatan perpisahan siswa tahun ini digelar secara sederhana, kekeluargaan, dan sama sekali tidak memungut biaya sepeser pun dari wali murid maupun siswa. Penjelasan tersebut disampaikan untuk meluruskan informasi, namun kembali diabaikan oleh para oknum. LSM tetap bersikeras menuduh adanya praktik pungli, seolah sudah memiliki kesimpulan sendiri bahkan sebelum mencari fakta di lapangan.

Ditegaskan oleh S, perilaku tersebut sangat mencoreng nama baik lembaga swadaya masyarakat yang seharusnya menjadi mitra masyarakat. “Apakah seperti ini cara kerja oknum yang mengaku LSM? Tidak ada etika, tidak mau tahu kebenaran. Mereka datang seolah sekolah sudah pasti bersalah, padahal tak ada bukti apa pun. Ini sangat merugikan dan menekan kami yang bekerja mendidik anak bangsa,” tegasnya.

Aksi intimidasi dan pencarian kesalahan tanpa bukti ini pun menuai kecaman tajam dari masyarakat sekitar. Salah satu warga yang berdomisili di Jalan Rimba Utama bernama Rambe, sangat menyayangkan kelakuan oknum tersebut yang dinilai mencemari nama baik lembaga sosial.

“Saya sangat menyesalkan ulah mereka yang suka menakut-nakuti pihak sekolah dan mencari-cari kesalahan. Jangan membuat alasan tanpa bukti yang jelas hanya untuk kepentingan sendiri. Tindakan seperti ini sangat meresahkan dan seolah-olah lembaga pendidikan selalu dianggap bersalah,” ujar Rambe.




Tulis Komentar +
Berita Terkait+
ƒ