Langgar Prokes, 15 Terpaksa Disidang

Senin, 21 Desember 2020 - 15:07:56 WIB Cetak

UJUNG TANJUNG --- Penerapan sanksi denda bagi pelanggar protokol kesehatan terhitung sejak hari Senin (21/12) telah resmi diberlakukan oleh Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir.

 Pasalnya penerapan sanski dilakukan untuk menekankan masyarakat agar mentaati protokol kesehatan (Prokes) dalam kehidupan sehari-hari. 

Hal ini dilakukan oleh Satuan Tugas (Satgas) percepatan penangan Covid-19 Kabupaten Rokan Hilir yang terdiri dari Aparat Gabungan dari Polres Rokan Hilir, Kodim 0321 Rohil dan Satpol PP saat melakukan operasi yustisi mulai dari Simpang Ujung Tanjung sampai ke Mapolres Rokan Hilir.

Dari Operasi Yustisi dilakukan sebanyak 15 pelanggar yang tidak mengenakan masker. Diketahui dari 15 pelanggar tersebut ada 13 pelanggar yang membayar denda  sebesar 100 ribu dan menerima saksi sosial, sedangkan untuk 2 pelanggar lainnya tidak mampu membayar denda dan langsung disidangkan oleh hakim tunggal Pengadilan Negeri Rokan Hilir yang dipimpin Erif Erlangga SH dibantu panitera pengganti Andrian Tumanggor SH saat dilokasi operasi.

Kapolres Rokan Hilir  AKBP Nurhadi Ismanto SH Sik melalui Kasubbag Humas Polres Rokan Hilir, AKP Juliandi SH mengatakan upaya operasi yustisi ini dilakukan dalam rangka menekan angka penyebaran virus corona terutamanya diwilayah kabupaten Rokan Hilir.

"Operasi Yustisi ini dilakukan berdasarkan Peraturan Daerah Provinsi Riau nomor 4 Tahun 2020 tentang Perubahan atas Peraturan Daerah nomor 21 tahun 2018 tentang penerapan disiplin dan penegakan hukum terhadap protokol Covid-19," jelasnya.

Kegiatan tersebut, lanjutnya lagi tidak hanya di Simpang Ujung Tanjung ke Mapolres saja, tapi juga akan dilakukan di seluruh wilayah Kabupaten Rokan Hilir. 

Dikatakannya, untuk operasi yustisi hari ini ada 2 pelanggar yang langsung disidangkan diruang SPKT Polres Rokan Hilir sedangkan 13 pelanggar lainnya diberi penindakan sanksi sosial dan mampu membayar denda.

" Semoga dengan giat operasi yustisi hari dilakukan,kesadaran masyarakat akan pentingnya mematuhi protokol kesehatan di saat pandemi, sesuai arahan pemerintah, berharap warga bisa mentaati protokol kesehatan demi kebaikan bersama, giat operasi yustisi akan berlanjut dilakukan," pungkasnya.

Sementara itu Kakan Satpol PP Kabupaten Rokan Hilir, Suryadi SE  berharap operasi yustisi ini bisa semakin membuat masyarakat disiplin menjalankan protokol COVID-19 juga menjadi efek jera bagi pelanggar protokoler kesehatan. 

" Sekali lagi, kita himbau seluruh masyarakat Kabupaten Rokan Hilir agar jangan melakukan kegiatan kerumunan dan selalu menjaga kesehatan, Operasi yustisi ini adalah penegakan hukum terhadap masyarakat yang tidak patuh dengan protokol kesehatan," harap Suryadi. (min)




Tulis Komentar +
Berita Terkait+
ƒ