Ribuan Warga Menggala & Berkat Hulu Blokade Jalan Lintas Menggala- Mahato Tuntut Janji Palsu Kadis PUTR Provinsi

Rabu, 02 September 2026 - 15:36:40 WIB Cetak

Rohil — Ribuan warga Dusun Berkat Hulu Kepenghuluan Menggala Sakti dan gabungan beberapa warga Kepenghuluan di Kecamatan Tanah Putih, Kabupaten Rokan Hilir, hari ini turun ke jalan dan melakukan aksi blokade total di Jalan Lintas Perbatasan Menggala–Pujud! Rabu (2/9/ 2026). Jalan utama penghubung Riau–Sumatera Utara kini tertutup rapat — tidak ada satu kendaraan pribadi maupun truk yang diizinkan melintas — sampai tuntutan warga dikabulkan oleh Pemerintah Provinsi Riau!

Kemarahan warga meledak bukan tanpa alasan. Sudah bertahun-tahun mereka hidup di tengah debu tebal yang beterbangan sepanjang jalan rusak parah ini. Lubang-lubang besar menghiasi badan jalan, setiap kendaraan lewat debu menyelimuti rumah, halaman, dapur, kamar tidur, bahkan tempat tidur anak-anak. Tiap hari mereka menghirup udara kotor. Penyakit pernapasan, batuk kronis, asma, dan gangguan kesehatan lain kini berdatangan menyerang warga, terutama lansia dan anak-anak.

"Kami sudah muak! Tiap hari hirup debu, penyakit pun berdatangan. Dulu waktu demo  Tahun 2025, Zulfahmi Kepala Dinas PUTR Provinsi berjanji: jalan ini akan diperbaiki bulan Mei tahun 2025! Tapi sampai sekarang, tahun 2026, hasilnya NOL BESAR! Itu ternyata JANJI PALSU! Makanya kami blokade jalan ini. Pokoknya, sebelum tuntutan kami dikabulkan Bapak Gubernur Riau, tidak ada satu pun mobil pribadi maupun truk yang boleh lewat!" Tegas Kadus Berkat Sijul dalam orasi membara di atas pentas aksi.

Ribuan warga berdiri memadati badan jalan, memasang barikade dan pentas aksi. Suara mereka bergema, memohon sekaligus menuntut kepada Gubernur Riau: "Tolong Bapak Gubernur Riau, KASIHANI ANAK-ANAK KAMI! Tiap hari mereka harus menghirup debu ini. Penyakit datang satu per satu. Sampai kapan kami harus bertahan begini? Janji Mei 2025 tak ditepati, apakah harus menunggu korban berjatuhan baru jalan ini diperbaiki. Ujarnya Bu Ita.

Jalan Lintas Menggala–Pujud adalah urat nadi perhubungan antarprovinsi, namun kondisinya kian memburuk dari hari ke hari. Janji resmi perbaikan dari Dinas PUTR Provinsi Riau yang dijadwalkan Mei 2025 ternyata tinggal janji tanpa realisasi apa pun. Kesabaran ribuan warga dari dua kepenghuluan dan dusun kini habis tak bersisa.

"Kami bukan mengganggu lalu lintas semata kami sedang menyelamatkan nyawa keluarga kami! Jalan ini tak boleh dibuka kembali sampai Bapak Gubernur Riau turun tangan langsung, memastikan kontrak ditandatangani, dan pekerjaan perbaikan jalan segera dimulai!" — tegas warga serempak.

Aksi blokade ini melibatkan ribuan warga dari tiga wilayah yang selama ini paling menderita akibat kerusakan jalan. Situasi semakin memanas karena janji resmi pemerintah provinsi yang jelas-jelas diabaikan. Warga menegaskan: mereka siap berdiri di jalan ini berhari-hari sampai ada jawaban nyata dari Pemerintah Provinsi Riau.




Tulis Komentar +
Berita Terkait+
ƒ