Paripurna Tertunda.

Zuhardi ; "Lingga Bukan Milik Kalian Saja, Tapi Adalah Milik Masyarakat Bunda Tanah Melayu".

Selasa, 14 Juli 2026 - 19:42:00 WIB Cetak

(Momenriau.com Lingga). Dikutip dari media kepripedia.com yang tayang pada hari Selasa (14/07-2026) dengan judul  "Paripurna DPRD Lingga Gagal Lagi, Tamu Undangan Kecewa", karena rapat paripurna tersebut dinilai sangatlah penting, apalagi terkait penggunaan anggaran pada tahun 2025 lalu.

Demikian pula Zuhardi seorang aktivis yang dikenal dengan sapaan bung Juai, kepada media ini pada hari Selasa (14/07-2026) mengatakan ;
    "Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Lingga yang dijadwalkan untuk menyampaikan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2025 kembali gagal digelar, yang dijadwalkan dilaksanakan pada hari Senin (13/07-2026). Ini adalah kali kedua agenda serupa batal total dan tentunya memicu kekecewaan di kalangan undangan yang hadir".
    Lebih lanjut Zuhardi dengan nada keras berucap ; "kalian pikir dan kalian anggap main-main terkait kondisi Lingga saat ini. Bahkan anggaran yang kalian wacana kan dalam persidangan, hari ini kami melihat bahwa pemerintah bahkan DPRD Lingga tidak serius dalam berupaya membawa Lingga maju seperti selogan Lingga Bersinar yang didengung-dengungkan oleh Bupati & Wakilnya saat ini. Sudah dua kali gagal untuk melaksanakan paripurna, menurut saya, itu melambangkan kelemahan tampuk pemerintahan (Bupati & Wakil -red) dan DPRD dalam membenahi Kabupaten Lingga ini".
    "Jangan sampai kalian nakhodai Lingga ini menjadi oleng dan berdampak kepada kemasyarakat ramai. Saya ingatkan kalian, saya akan menyurati dan juga akan melakukan audensi ke DPRD terkait beberapa persoalan yang ada di Lingga ini. Mudah-mudahan, dalam waktu dekat ini, akan kami masuk kan surat audensi. Jika tidak di tanggapi, maka kami akan masukkan surat aksi turun kejalanan. Lingga tidak boleh di biarkan dan diatur seenak perut kalian, Lingga bukan hanya milik kalian saja, tapi juga milik masyarakat Bunda Tanah Melayu", dengan geramnya Zuhardi mengakhiri.
    Sebaiknya Pemkab Lingga & DPRD Lingga, jangan mengabaikan teriakkan aktivis. Sebab, bila diabaikan, dampaknya sudah pasti akan berpengaruh terhadap tata kelola manajemen pemerintahan Pemkab Lingga & Manajemen DPRD Lingga yang sudah diagendakan dan atau direncanakan. (Edysam).




Tulis Komentar +
Berita Terkait+
ƒ