Rohil – Dapur Makanan Bergizi (MBG) yang dikelola yayasan di Jalan Lintas Banjar XII telah ditutup sejak tanggal 9 Januari 2026 hingga saat ini. Penutupan disebabkan oleh kepergian ahli gizi yang bertugas di sana ke Risen, membuat lebih dari 3 ribu anak sekolah di Kelurahan Banjar XII dan Kelurahan Cempedak Rahuk, Kecamatan Tanah Putih, kehilangan porsi nasi kotak.
Ketika dikonfirmasi pada Selasa (27/01/2026), salah seorang wali murid mengungkapkan rasa kecewa yang mendalam.
"Kami sangat kecewa dengan ulah ahli gizi yang bertugas di Dapur Gizi, karena hanya mementingkan diri sendiri dan tidak memikirkan nasib anak-anak kami.
Pihak yayasan juga tidak tegas dalam menangani masalah ini – anak kami sudah 14 hari tidak mendapatkan nasi kotak dan tidak ada makanan pengganti sama sekali," ujar warga tersebut kepada wartawan SKN.
Ketika dihubungi terkait kondisi tersebut, Riska selaku kepala dapur menjelaskan bahwa ahli gizi yang bersangkutan belum ditemukan penggantinya. "Baru hari ini ada calon pengganti, namun harus mengikuti tes selama 1 minggu.
Jika tidak ada hambatan, Jumat depan dapur MBG baru bisa kembali aktif dan mengirim nasi kotak ke sekolah-sekolah," jelas Riska melalui pesan WhatsApp-nya.
Pantauan langsung di lapangan di salah satu Sekolah Dasar Negeri 015 Tanah Putih juga membuktikan bahwa sejak tanggal 9 Januari hingga berita ini dibuat, para siswa belum mendapatkan makanan dari program MBG.
"Benar sekali, anak-anak kami tidak pernah mendapatkan nasi MBG sejak awal bulan ini," konfirmasi ibu Harhap kepada wartawan.