Pemkab Rohil, Pentingnya Peringatan Isra dan Mi'raj Karena Rasulullah Muhammad SAW Wajib Muslim Imani

Selasa, 01 Maret 2022 - 23:57:19 WIB

Bupati Rohil Afrizal Sintong S.IP, Pemkab Rohil Memperingati Isra dan Mi'raj depan Mess Bupati Jalan Perwira Kota Bagansiapiapi, Selasa (1/02/2022).

MR.com (Rohil) - Pemerintah Kabupaten Rohil memperingati Isra dan Mi'raj karna umat Muslim wajib beriman kepada Allah SWT dan Rasulullah. Pemda Rohil, Bupati Afrizal Sintong S.IP dan Wabup H. Sulaiman SS MH, Sekda Rohil M. Job Kurniawan, Anggota DPRD Rohil Risben Nduwari TS SE, mantan Ketua DPRD Rohil H. Nasruddin Hasan beserta Forkopimda Rohil dan di ikuti masyarakat Selasa malam (1/02) depan Mess Bupati Rohil Jalan Perwira Kota Bagansiapiapi.

Peristiwa Isra dan Mi'raj. 

Arti: Dan sesungguhnya Muhammad telah melihat Jibril itu' (dalam rupanya yang asli) pada waktu yang lain, (yaitu) di Sidratul Muntaha. Di dekatnya ada surga tempat tinggal, (Muhammad melihat Jibril) ketika Sidratul Muntaha diliputi oleh sesuatu yang meliputinya. Penglihatannya (Muhammad) tidak berpaling dari yang dilihatnya itu dan tidak (pula) melampauinya. Sesungguhnya dia telah melihat sebagian tanda-tanda  Tuhannya yang paling besar. (QS. An Najm ayat 13-18).

Dalam perjalanan menuju sidratul munthaha Nabi Muhammad SAW dan Malikat Jibril singgah di tujuh lapis langit yaitu :
1. Langit pertama, Rasulullah Saw. bertemu dengan Nabi Adam
2. Langit kedua, Rasulullah Saw. bertemu dengan Nabi Yahya dan Nabi Ishaq
3. Langit ketiga, Rasulullah Saw. bertemu dengan Nabi Yusuf
4. Langit keempat, Rasulullah Saw. bertemu dengan Nabi Idris
5. Langit kelima, Rasulullah Saw. bertemu dengan Nabi Harun
6. Langit keenam, Rasulullah Saw. bertemu dengan Nabi Musa
7. Langit ketujuh, Rasulullah Saw. bertemu dengan Nabi Ibrahim

Setelah melewati ke tujuh lapis langit tersebut Rasulullah Saw. diajak ke Baitul Makmur tempat para malaikat melaksanakan thawaf. 

Kemudian Rasulullah Saw naik menuju sidratul munthaha dan dalam perjalanan ini malaikat Jibril tidak ikut serta. Kemudian Nabi Muhammad SAW berjumpa dengan Allah Swt, dalam pertemuan tersebut Allah SWT memerintahkan kepada Nabi Muhammad SAW untuk melaksanakan shalat sebanyak lima puluh waktu. 

Isra dan Mi'raj adalah perjalanan dimana jumlah rakaat shalat 5 waktu tak langsung terjadi begitu saja. Sebab, Allah Ta'Ala pertama kali memerintahkan sholat sebanyak 50 waktu.

 

Dirikanlah salat sejak matahari tergelincir sampai gelapnya malam dan (laksanakan pula salat) Subuh! Sesungguhnya salat Subuh itu disaksikan (oleh malaikat). (Al-Isr?' [17]:78)

Perintah tersebut diceritakan ke Nabi Musa A.S di langit keenam seusai menghadap Allah SWT. Nabi Musa pun meminta Rasulullah untuk kembali menghadap Allah SWT dan meminta keringanan.

"Kembalilah kepada Rabbmu, lalu mintalah keringanan dari-Nya karena sesungguhnya umatmu niscaya tidak akan kuat dalam melaksanakannya, aku telah mencoba Bani Israel dan telah menguji mereka."

Rasulullah pun meminta keringanan kepada Allah SWT dan Allah pun meringankan waktu sholat lima waktu. Mendengar hal itu, Nabi Musa kembali meminta Rasulullah untuk meminta keringanan kepada Allah SWT.

Nabi Muhammad melakukan hal tersebut hingga waktu sholat diringankan menjadi 5 waktu. Akhirnya, Allah SWT berfirman, 

"Hai Muhammad, sholat lima waktu itu untuk tiap sehari semalam, pada setiap sholat berpahala sepuluh sholat, maka itulah lima puluh kali sholat. Dan barang siapa yang berniat untuk melakukan kebaikan, kemudian ternyata ia tidak melakukannya dituliskan untuknya pahala satu kebaikan. Dan jika ternyata ia melakukannya, dituliskan baginya pahala sepuluh kebaikan. Dan barang siapa yang bernat melakukan keburukan, lalu ia tidak mengerjakannya maka tidak dituliskan dosanya. Dan jika ia mengerjakannya maka dituliskan baginya dosa satu keburukan."

Kemudian, Nabi Muhammad turun dan menceritakan kepada Nabi Musa. Nabi Musa pun meminta agar Rasulullah kembali meminta keringanan. Namun, Nabi Muhammad bersabda,

"Aku telah mondar-mandir kepada Rabbku hingga aku malu terhadap-Nya" (hadits riwayat Imam Bukhari dan Muslim)

Jadi bagi umat Muslim dalam peristiwa Isra dan Mi'raj, wajib melakukan Sholat 5 waktu sebanyak 17 rakaat tiap harinya. 

(Red