Kewalahan dan Kelaparan, KKB Melalui Media Lokal Buat Berita HOAX Ingin Cari Perhatian Dunia

Senin, 17 Mei 2021 - 11:53:35 WIB

MOMENRIAU.com (West Papua) – Sudah kewalahan berhadapan dengan Pasukan TNI – POLRI, anggota KKB memanfaatkan media lokal  Papua untuk membuat berita HOAX/bohong untuk mencari perhatian dunia agar TNI-POLRI terkesan melanggar HAM berat dengan serangan udara dari helikopter  membabi buta menembak mati warga sipil 3 (tiga) anak perempuan disalah satu gereja.

“Tidak benar dan berita hoaks kalau hari Sabtu tanggal 15 ada masyarakat yang meninggal,” ujar Kepala Satuan Tugas Bidang Hubungan Masyarakat Operasi Nemangkawi Komisaris Besar M. Iqbal Alqudusy, saat dikonfirmasi, Ahad, 16 Mei 2021.

Pemberitaan dari Media Online suarapapua.com telah melanggar kode etik jurnalis dengan membuat berita hoax/bohong agar segera mengklarifikasi pernyataan tersebut. Masyarakat Indonesia apalagi dunia tidak akan percaya atas stegmen tersebut dan ini terlalu berlebihan untuk mencari perhatian dunia.

Jika sudah terdesak dan tidak mampu menghadapi serangan gabungan TNI – POLRI sebaiknya menyerah kembali ke NKRI. Tidak ada jaminan masa depan untuk anggota KKB menjadi teroris di Indonesia.

Seperti yang telah dilakukan Telangga Gire (30) yang merupakan ajudan Goliat Tabuni, salah satu petinggi Organisasi Papua Merdeka (OPM) di Kabupaten Puncak Jaya, menyerahkan diri kembali ke NKRI mengakui jika dirinya merasa di PHP oleh petinggi OPM.

Anggota KKB sudah banyak kembali kepangkuan ibu Pertiwi NKRI karena mereka merasa punya anak dan keluarga yang butuh perhatian dan masa depan. Bergabung di OPM tidak ada jaminan masa depan. (Red)