HIMMAH Mengaji XI: Gemakan Al-Qur’an, Perkuat Takwa dan Integritas Kader untuk Indonesia

Kamis, 10 September 2026 - 07:24:56 WIB

JAKARTA | Pimpinan Pusat Himpunan Mahasiswa Al Washliyah (PP HIMMAH) kembali menggemakan ayat-ayat suci Al-Qur’an melalui program HIMMAH Mengaji ke-XI yang dilaksanakan di Kantor Pengurus Besar Al Washliyah (PB Al Washliyah), Jalan Jenderal Ahmad Yani No. 41, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Rabu (9/9/2026) malam. 

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen PP HIMMAH dalam membangun tradisi keislaman di lingkungan organisasi, memperkuat spiritualitas kader, serta meningkatkan wawasan keilmuan para pengurus. 

Program HIMMAH Mengaji direncanakan terus dilaksanakan secara rutin setiap bulan. Tidak hanya diisi dengan tadarus Al-Qur’an, kegiatan tersebut juga dirangkai dengan Kuliah Delapan Menit (Kuldemit) serta kajian keilmuan. 

Sekretaris Jenderal PP HIMMAH, Sukri Soleh Sitorus, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pengurus yang hadir dan berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. 

“Alhamdulillah, kegiatan ini adalah untuk kita semua dan menjadi bagian dari amal ibadah kita. Semoga HIMMAH Mengaji ini tidak hanya menjadi kegiatan rutin, tetapi benar-benar menjadi ruang untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah SWT,” ujar Sukri. 

Sukri juga mengajak seluruh pimpinan HIMMAH di berbagai daerah agar turut menjaga dan mengembangkan program-program keagamaan di wilayah masing-masing. 

Menurutnya, kader HIMMAH tidak cukup hanya memiliki kemampuan intelektual dan kepemimpinan, tetapi juga harus mempunyai fondasi spiritual yang kuat agar mampu menjalankan amanah organisasi dengan penuh tanggung jawab. 

“Kami mengajak seluruh pimpinan HIMMAH di daerah untuk tetap melaksanakan program religi seperti ini. Konsistensi dalam kebaikan akan menjadikan kita generasi yang kuat, baik secara spiritual maupun intelektual,” tegasnya. 

Sementara itu, Ketua Umum PP HIMMAH, Abdul Razak Nasution, turut memimpin majelis dalam sesi kajian keilmuan melalui Kuliah Delapan Menit. 

Dalam kesempatan tersebut, Abdul Razak mengajak seluruh pengurus untuk terus meningkatkan kualitas diri melalui penguatan spiritualitas, ilmu pengetahuan, dan keimanan. 

Ia menekankan bahwa ketiga aspek tersebut merupakan fondasi penting bagi kader HIMMAH dalam menjalankan amanah organisasi sekaligus menghadapi berbagai tantangan kehidupan di tengah perkembangan zaman. 

“Kader HIMMAH harus menjadi generasi yang memiliki keseimbangan antara iman, ilmu, dan amal. Al-Qur’an harus menjadi pedoman dalam kehidupan, sementara ilmu harus menjadi bekal dalam menjalankan peran kita sebagai kader umat dan bangsa,” kata Abdul Razak. 

Ia menambahkan, kegiatan HIMMAH Mengaji harus terus dijaga konsistensinya sebagai bagian dari proses kaderisasi dan pembentukan karakter pengurus. 

Menurutnya, membangun organisasi yang kuat tidak hanya dilakukan melalui rapat, diskusi, maupun aktivitas sosial, tetapi juga melalui pembinaan rohani dan peningkatan kualitas keilmuan kader. 

“Kita ingin HIMMAH melahirkan kader-kader yang tidak hanya aktif dalam organisasi, tetapi juga dekat dengan Al-Qur’an, memiliki wawasan luas, berakhlak, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi umat dan bangsa,” tuturnya. 

Dalam kajian Kuldemit, Abdul Razak juga mengajak seluruh pengurus untuk meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT, khususnya di tengah berbagai persoalan dan ujian yang sedang dihadapi bangsa Indonesia. 

Ia menyinggung berbagai peristiwa yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir, termasuk bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta aktivitas gunung berapi yang menimbulkan dampak bagi masyarakat di sejumlah wilayah. 

Menurut Abdul Razak, berbagai peristiwa tersebut hendaknya menjadi momentum bagi masyarakat untuk melakukan introspeksi, memperkuat kepedulian sosial, serta semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT. 

“Itulah yang dinamakan sunatullah, ketetapan Allah. Setiap ujian harus kita hadapi dengan kesabaran dan ketakwaan. Saya mengajak sahabat-sahabat sekalian untuk tetap meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT,” ajaknya. 

Abdul Razak kemudian mengutip firman Allah SWT dalam Surah Ali ‘Imran ayat 102:
??? ???????? ????????? ??????? ???????? ??????? ????? ????????? ????? ?????????? ?????? ?????????? ???????????
“Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan Muslim.”
(QS. Ali ‘Imran: 102) 

Menurutnya, ayat tersebut menjadi pengingat bahwa dalam kondisi apa pun, termasuk ketika menghadapi ujian dan berbagai persoalan kehidupan, seorang Muslim harus tetap menjaga ketakwaannya kepada Allah SWT. 

“Apapun kondisinya, kita tetap bertakwa. Mari kita jadikan setiap kejadian yang terjadi hari ini sebagai pelajaran dan bahan untuk melakukan introspeksi. Mari sama-sama kita doakan semoga Indonesia dapat melewati berbagai cobaan, segera pulih, dan kembali bangkit untuk memajukan negeri,” katanya. 

Ia juga mengajak seluruh kader HIMMAH untuk menjadikan semangat keislaman sebagai landasan dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat, menjaga integritas, serta turut mengambil bagian dalam upaya membangun Indonesia yang lebih baik. 

“Kita harus terus berikhtiar memajukan negeri, menjaga amanah, melawan korupsi, dan mengawal kepentingan rakyat. Semangat tersebut harus kita jalankan dengan tetap berpegang teguh pada nilai-nilai Al-Qur’an dan ajaran Islam,” pungkasnya.