Gantikan Gedung Kayu Tahun 1994, Imigrasi Bagansiapiapi Siap Bangun Kantor Baru 2 Lantai

Kamis, 16 Juli 2026 - 08:00:15 WIB

Rohil – Kondisi gedung Kantor Imigrasi Kelas II TPI Bagansiapiapi yang sudah tak layak pakai akhirnya menemui titik terang. Setelah bertahun-tahun dibiarkan begitu saja meski pimpinan silih berganti, kehadiran Arief Satriawan, SH.,M.SI membawa angin segar lewat perjuangan tanpa henti demi mewujudkan kantor baru yang layak.

Sejak pertama kali menjabat, Arief langsung bergerak cepat mengusulkan program pembangunan gedung baru ke pemerintah pusat. Kerja kerasnya berbuah manis: tahun 2026 Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan resmi memprogramkan renovasi dan perluasan gedung. PT. Pola Data Consultant (PDC) pun ditetapkan sebagai pemenang tender perencanaan pembangunan.

"Awalnya saya heran, saat terima SK di Batam pukul 23.00 WIB teman-teman tertawa. Ternyata saat diperlihatkan foto, kantornya seperti gedung SD, sudah sangat tidak layak untuk perkantoran," ungkap Arief saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (15/7/2026).

Tak berlama-lama, keesokan harinya ia langsung terbang ke Jakarta menyusun strategi. Sehari setelah dilantik Januari lalu, hal pertama yang dibahas adalah kesiapan data dan anggaran pembangunan. Seluruh dokumen segera disiapkan tim dan dilobi ke pusat. Saat diminta memilih antara membangun gedung kantor atau mess dinas, Arief tegas memilih kantor mengingat bangunan terakhir kali dibangun tahun 1994 berbahan kayu.

"Alhamdulillah kita diprioritaskan. Pelelangan perencanaan sudah selesai, pembangunan fisik insyaallah tahun 2027 berjalan karena tahun ini tidak ada program pembangunan fisik secara nasional," jelasnya.

Ada alasan kuat mengapa ia begitu gigih. Selain demi pelayanan prima dan kenyamanan, Arief tak ingin sejarah kejayaan Bagansiapiapi memudar. "Dulu roda ekonomi Bagansiapiapi sangat bagus, tapi instansi seperti Bea Cukai dan Lapas sudah pindah. Imigrasi pun pernah ditawari pindah ke Bagan Batu, saya tolak! Kalau kami ikut pindah, kota ini makin sunyi," tegasnya.

Pembangunan nanti mengacu standar Kepmen 2023, dua lantai dengan sentuhan kearifan lokal. Arief pun berharap dukungan penuh dari Pemda, media, dan masyarakat agar cita-cita ini terwujud demi kemajuan Bagansiapiapi.