
Rohil - Langkah nyata dan strategis kembali digaungkan Polsek Panipahan, Polres Rokan Hilir, dalam memutus mata rantai ancaman narkotika yang kian mengintai generasi penerus bangsa. Tak ingin pelajar menjadi korban bujuk rayu pengedar jahat, Kapolsek Panipahan IPTU Subiarto A. Tampubolon, S.H., M.H. turun langsung memimpin sosialisasi dan penyuluhan bahaya narkoba di Yayasan Perguruan Kartini Panipahan, Senin (8/6/2026).
Berlangsung meriah dan penuh antusiasme di Aula Yayasan Perguruan Kartini, Jalan Bijaksana, Kepenghuluan Panipahan, kegiatan ini menjadi momen krusial membentengi ribuan siswa-siswi dari jerat zat adiktif yang mematikan. Hadir mendampingi, Ketua Yayasan Perguruan Kartini, para guru dan staf pengajar, Duta Anti Narkoba Panipahan, serta jajaran personel Polsek Panipahan.
Dalam pemaparannya yang tegas namun mengayomi, Kapolsek menegaskan bahwa musuh terbesar masa depan bangsa saat ini bukan lagi jarak atau kemiskinan, melainkan peredaran narkoba yang telah merambah hingga ke pelosok desa dan lingkungan pendidikan.
“Anak-anakku sekalian, kalian adalah aset paling berharga daerah ini. Namun tahukah kalian? Pengedar narkoba itu jahat dan licik. Mereka mendekat dengan rasa ingin tahu kalian, memberi gratis di awal, tapi setelah kalian kecanduan, mereka akan menguasai hidup kalian, memeras, bahkan menjadikan kalian pengedar baru! Jangan pernah tergoda! Sekali mencoba, selamanya bisa menyesal. Narkoba itu merusak otak, merusak tubuh, menghancurkan cita-cita, dan menyeret kalian ke penjara,” tegas IPTU Subiarto di hadapan ratusan pelajar yang menyimak saksama.
Kapolsek menjabarkan secara rinci bahaya mengerikan narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya. Mulai dari dampak medis berupa kerusakan permanen otak, gangguan saraf, kerusakan organ jantung, hati, paru-paru, hingga risiko kematian mendadak akibat overdosis. Tak hanya itu, dampak sosialnya jauh lebih parah: prestasi hancur, hubungan keluarga retak, masa depan gelap, dan jerat hukum yang mengancam dengan sanksi pidana berat sesuai undang-undang.
Lebih dalam lagi, siswa diajak memahami jebakan yang sering memerangkap remaja: pergaulan salah, rasa ingin tahu tanpa batas, kurangnya perhatian, hingga keinginan diterima dalam kelompok. “Jadilah pelajar cerdas! Pilih teman yang membawa kebaikan, isi waktu dengan prestasi, olahraga, dan ibadah. Jadilah anak yang membanggakan orang tua, bukan anak yang membuat mereka menangis karena salah langkah,” tambahnya penuh pesan moral.
Suasana semakin hidup saat materi dilanjutkan oleh Duta Anti Narkoba Panipahan. Dengan bahasa yang akrab dan penuh semangat, mereka mengajak rekan-rekan pelajar untuk menjadi AGEN PERUBAHAN. “Narkoba itu bukan gaya gaul, bukan keren! Itu bahaya besar. Mari kita jadi pelopor: katakan TIDAK pada narkoba, katakan YA pada prestasi! Kalian bukan hanya pelajar, tapi benteng terdepan menyelamatkan masa depan desa dan kabupaten kita!” seru mereka disambut sorak sorai peserta.
Puncak acara menjadi momen bersejarah saat seluruh peserta bersatu hati mengumandangkan komitmen lantang:
“SAY NO TO DRUGS, PRESTASI YES, NARKOBA NO!”
Gema kalimat itu menggema di ruangan, menjadi janji setia para pelajar untuk menjauhi segala bentuk perbuatan tercela.
Pihak Yayasan Perguruan Kartini menyambut luar biasa kegiatan ini. Ketua Yayasan mengapresiasi langkah proaktif Polsek Panipahan yang peduli nyata terhadap masa depan anak didik mereka. “Kami sangat berterima kasih. Edukasi seperti ini adalah bekal paling berharga. Sekolah saja tak cukup, kami butuh mitra seperti Polisi yang hadir memberi pencerahan dan perlindungan. Ini akan kami jadikan dasar sinergi berkelanjutan demi sekolah yang benar-benar bersih dan aman,” ujarnya.
Kegiatan berakhir sukses, aman, dan kondusif. Polsek Panipahan kembali membuktikan kehadirannya bukan hanya saat ada masalah, tapi lebih utama lagi: MENCEGAH sebelum masalah itu datang.
Diharapkan, benih-benih kesadaran yang ditanam hari ini tumbuh kuat, menjadikan pelajar Yayasan Perguruan Kartini sebagai generasi tangguh, berprestasi, dan bebas dari narkoba, demi Rokan Hilir yang lebih sehat, aman, dan bermartabat.