
Rohil – Komitmen nyata Polri mendukung ketahanan pangan nasional kembali dibuktikan jajaran Polsek Bangko Pusako. Dalam rangka menyukseskan Program Asta Citra Presiden Republik Indonesia, aparat kepolisian turun langsung ke ladang untuk melakukan pemeliharaan intensif, tepatnya proses pemupukan tanaman jagung di lahan seluas 2 hektar yang ada di wilayah Kepenghuluan Pematang Damar.
Kegiatan berlangsung Selasa (12/5/2026) sekitar pukul 10.30 WIB di Dusun Suka Rukun RT 10 RW 03. Lokasi ini merupakan lahan produktif milik PT. Tunggal Mitra Plantation (Koordinat: 1.55646674N 100.7241655E). Terlihat kompak, Kanit Binmas Polsek Bangko Pusako IPDA Syamsul memimpin langsung tim yang beranggotakan personel kepolisian: AIPDA R. Bona dan Brigadir Wahyu. Mereka didampingi Asisten Divisi I Marza serta para anggota kelompok tani setempat bekerja bahu-membahu merawat tanaman yang sebenarnya sudah ditanam sejak bulan Maret 2026 lalu.
Fokus utama kegiatan hari itu adalah pemupukan menyeluruh. Langkah ini sangat krusial dilakukan agar tanaman jagung tumbuh lebih subur, batang kokoh, dan terhindar dari gangguan hama maupun penyakit. Tujuannya satu: menjamin saat masa panen tiba, hasil yang didapatkan melimpah, berkualitas tinggi, dan maksimal.
Kapolsek Bangko Pusako, AKP Tri Adiyatmika, S.H, M.H melalui Kanit Binmas IPDA Syamsul mengatakan bahwa kehadiran polisi di tengah ladang bukan sekadar seremonial. Kehadiran ini adalah bentuk nyata peran Polri sebagai mitra strategis petani, mendampingi dari hulu ke hilir — mulai bibit ditanam, dirawat, hingga gabah atau hasil panen aman dan tersalurkan.
“Kami pastikan pendampingan berjalan terus-menerus. Pemupukan ini kunci agar tanaman jagung tumbuh subur dan hasil panennya maksimal. Ini bagian dari tanggung jawab kami mendukung tercapainya kemandirian pangan daerah dan nasional sesuai arahan Program Asta Citra,” tegas IPDA Syamsul mewakili Kapolsek.
Kehadiran aparat seragam di tengah ladang disambut sukacita dan rasa syukur oleh para petani. Bagi mereka, kehadiran polisi bukan hanya memberi rasa aman, tapi juga semangat tambahan bahwa pemerintah dan aparat benar-benar peduli pada sektor pertanian.
Sinergi kuat antara Polri, pihak perusahaan pengelola lahan, dan kelompok tani ini menjadi modal besar. Diharapkan, perawatan yang terjadwal dan tepat guna ini tidak hanya membuahkan hasil panen melimpah di lahan 2 hektar tersebut, tetapi juga menjadi contoh sukses pelaksanaan program ketahanan pangan yang berjalan nyata, baik, dan berkelanjutan di Kabupaten Rokan Hilir.