
Rohil – Aksi para kontraktor di Kabupaten Rokan Hilir menjadi sorotan publik. Gara-gara hak pembayaran proyek tahun 2025 yang tak kunjung cair, mereka terpaksa memasang beberapa spanduk berisi tuntutan di berbagai titik strategis. Ironisnya, spanduk-spanduk itu mendadak lenyap tak berbekas sebelum matahari tepat di atas kepala!
Hal ini diungkapkan oleh perwakilan kontraktor kepada awak media, Rabu (23/04/2026). Mereka menegaskan, aksinya ini murni jeritan hati, BUKAN ditunggangi kepentingan politik apapun
"Kami pasang tadi malam, tapi sebelum siang spanduk sudah hilang. Kami ingin pemerintah tahu dampak dari tunda bayar ini dan peka terhadap nasib kami. Sudah kecewa berat karena upaya damai tak membuahkan hasil," ujarnya dengan nada tinggi.
Para kontraktor menyoroti hasil rapat dengar pendapat dengan Komisi B DPRD yang dinilai gagal total. Menurut mereka, dalam rapat justru terjadi saling tuduh dan saling lempar tanggung jawab antar instansi, tanpa solusi nyata.
"Kemarin rapat itu output-nya memberi waktu 7 hari kerja buat OPD dan BPKAD selesaikan pembayaran. Tapi sampai sekarang? NOL! Tak ada hasilnya. Seolah-olah kami ini disepelekan," tegasnya kecewa.
Mereka menuntut agar tunggakan pembayaran proyek tahun 2025 segera dicairkan di APBD Murni tahun ini, jangan sampai ditunda lagi menunggu APBD Perubahan.
"Pekerjaan kami sudah selesai 100%! Tugas dan tanggung jawab sudah kami penuhi semua. Sekarang giliran pemerintah bayar hak kami. Jangan dipersulit!" seru mereka.
Para kontraktor berharap Pemkab Rohil segera bertindak cepat dan serius, sebelum situasi memanas lebih jauh. Jangan biarkan dunia usaha merasa diperlakukan tidak adil!