
Pekanbaru - Ancaman peredaran gelap narkotika di wilayah Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) serta dinamika Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas), khususnya pasca-gejolak sosial di Kecamatan Pasir Limau Kapas (Panipahan), memantik respons tegas dari barisan mahasiswa.
Menyikapi kerja ekstra dari aparat penegak hukum dan pemerintah daerah di lapangan, Presiden Himpunan Pelajar Mahasiswa Rokan Hilir (HIPEMAROHI) Pekanbaru Kabinet Perjuangan, Muhammad Yusuf, menyatakan dukungan penuh organisasinya terhadap komitmen nyata Kapolres dan Bupati Rokan Hilir dalam memberantas narkoba dan memulihkan kondusifitas daerah.
Dukungan tersebut dilandasi oleh penilaian objektif terhadap langkah-langkah strategis yang telah dan tengah berjalan. Yusuf memaparkan bahwa langkah taktis jajaran Polres Rohil di bawah komando AKBP Isa Imam Syahroni dalam merespons amukan dan keresahan warga Panipahan—bukan sekadar janji, melainkan tindakan nyata berskala besar.
Kami mencatat dengan jelas timeline ketegasan institusi Polri di pesisir. Mulai dari rotasi dan pelantikan Kapolsek Panipahan yang baru (Iptu Subiarto Aprido Tampubolon) pada Senin (13/4/2026) sebagai bentuk evaluasi menyeluruh, hingga diterjunkannya 23 personel tambahan pada Sabtu (18/4/2026) yang dipastikan telah lulus tes urine bebas narkoba.
Langkah konkret ini, ditambah dengan rentetan pengungkapan puluhan kilogram sabu dan ribuan pil psikotropika sepanjang tahun ini, merupakan bukti nyata bahwa instrumen negara hadir, mendengar, dan bekerja keras,tegas Yusuf, Rabu (23/4/2026).
Meski memberikan dukungan penuh terhadap misi pemberantasan tersebut, mahasiswa magister Administrasi Publik Universitas Riau ini memberikan catatan tegas. Ia mengingatkan bahwa posisi HIPEMAROHI Pekanbaru tetap tegak lurus sebagai agent of social control (mitra kritis) yang independen. Dukungan yang diberikan mahasiswa bukanlah bentuk 'cek kosong'.
"Dukungan penuh kami adalah murni untuk agenda penyelamatan masa depan dan bonus demografi Rokan Hilir. Oleh karena itu, kami menuntut agar operasi 'Zero Narkoba' dan penindakan ini dilakukan secara konsisten, transparan, dan tanpa pandang bulu. Harus berani memutus mata rantai bandar besarnya, bukan sekadar penindakan di level bawah," paparnya.
Lebih lanjut, Yusuf menegaskan batasan yang jelas mengenai posisi HIPEMAROHI Pekanbaru terhadap institusi pemerintah dan kepolisian. "HIPEMAROHI Pekanbaru memposisikan diri sebagai mitra kritis yang konstruktif.
Jika aparat dan Pemkab lurus berpihak pada keselamatan rakyat dan berani menyapu bersih narkoba dengan terjun langsung ke lapangan seperti saat ini, kami adalah garda terdepan yang akan mendukung penuh. Namun sebaliknya, jika ke depan terjadi tebang pilih, penanganan yang lamban, atau ada oknum yang justru bermain mata, kami adalah barisan pertama yang akan turun memberikan perlawanan keras," pungkas Yusuf.
HIPEMAROHI Pekanbaru juga menyerukan kepada seluruh elemen masyarakat dan pemuda di Rokan Hilir untuk tidak membiarkan ruang sekecil apa pun bagi peredaran narkotika, tidak terpancing untuk main hakim sendiri (anarkis), serta turut aktif menjaga kondusifitas sosial di lingkungan masing-masing.