Dugaan penyimpangan Pengadaan Baju Seragam SD- SMP Dinas Pendidikan Rohil, Ketua IMO : Tidak Sesuai RAB

Sabtu, 07 Maret 2026 - 11:57:14 WIB

Rohil – Pengadaan seragam pendidikan tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) tahun anggaran 2025 di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) menjadi sorotan publik setelah ditemukan dugaan penyimpangan anggaran, ketidaksesuaian spesifikasi teknis. Total anggaran yang dialokasikan mencapai lebih dari Rp6 miliar dari Dana Alokasi Umum (DAU) dan APBD-P 2025.

 

Berdasarkan data yang diperoleh Tim Media, alokasi anggaran untuk pengadaan seragam pendidikan tahun 2025 mencapai angka signifikan Rp. 2.412.500.000,00. Untuk Baju Seragam tingkat SMP, alokasi anggaran Rp.2.262.500.000,00 diperuntukkan untuk 9.050 siswa dengan spesifikasi bahan katun tebal (baju, celana/rok, topi) dengan harga satuan Rp250.000,00 per siswa.

Selanjutnya untuk Pengadaan Seragam Batik dengan alokasi Rp. 150.000.000,00 yang diperuntukkan bagi siswa SMP di Kecamatan Rimba Melintang, Bangko Pusako, dan Tanah Putih Tanjung Melawan.

Sementara itu untuk Baju Seragam tingkat SD, alokasi anggaran mencapai Rp3.668.750.000,00 untuk 13.875 siswa dengan spesifikasi bahan katun tebal (baju, celana/rok, topi) dengan harga satuan Rp250.000,00 per siswa ditambah Pengadaan Seragam Batik: Rp200.000.000,00 untuk seluruh siswa SD di Kabupaten Rohil.

Sementara dilapangan ditemukan kualitas seragam yang diterima siswa sangat tipis, tidak tahan lama, dan jelas berbeda dengan spesifikasi teknis.

Perlu diketahui Pengadaan seragam SD senilai Rp3,6 miliar dipercayakan kepada PT DCI yang berdomisili di Bandung sedangkan seragam SMP senilai Rp2,4 miliar dilaksanakan oleh CV RK yang beralamat di Tangerang. Kedua perusahaan ini baru muncul dalam sistem e-Katalog pada tahun 2025 dan tidak memiliki riwayat transaksi pengadaan sebelumnya, namun langsung mendapatkan paket proyek bernilai miliaran rupiah.

KEJANGGALAN TERUNGKAP: KEKURANGAN JUMLAH DAN SPESIFIKASI TIDAK SESUAI

Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Rohil, H. M. Nurhidayat, menyampaikan statement diberbagai media yang mengatakan sebelumnya terkait jumlah pakaian seragam sekolah total seragam SD yang telah disalurkan sebanyak 13.234 pasang, terdiri dari 6.681 pasang untuk siswa laki-laki dan 6.553 pasang untuk siswa perempuan.

Namun, dari pantauan media, berdasarkan data Rencana Anggaran Biaya (RAB) diketahui, jumlah siswa yang seharusnya mendapatkan seragam mencapai 13.875 orang, sehingga terjadi kekurangan sebanyak 641 pasang seragam.

 Sementara Ketua Ikatan Media Online Kabupaten Rokan Hilir Hariandi Bustam SH memberikan komentarnya terkait dugaan kejanggalan pada pengadaan perlengkapan peserta didik tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) tahun anggaran 2025.

Menurutnya, selain kekurangan jumlah, seragam yang diterima siswa juga tidak sesuai dengan spesifikasi teknis yang tercantum dalam dokumen pengadaan. Dalam e-katalog dan perencanaan anggaran, seragam seharusnya menggunakan bahan katun tebal, namun faktanya bahan yang digunakan justru sangat tipis dan tidak memenuhi standar yang telah ditetapkan.

“Kami melihat adanya pola yang sistematis dalam proyek ini yang mengarah pada dugaan tindak pidana korupsi. Proses lelangnya terindikasi tidak transparan, lebih cenderung tertutup, dan diduga sarat kepentingan. Sementara itu, hasil pengadaan seragam justru tidak sesuai spesifikasi dan RAB,” tegasnya. Sabtu 7 Maret 2026.

Ditambah, tidak adanya riwayat transaksi pada kedua perusahaan pemenang lelang menjadi poin krusial yang perlu diteliti lebih dalam. “Bagaimana mungkin perusahaan yang baru masuk e-Katalog tanpa pengalaman sama sekali bisa langsung menangani proyek sebesar ini? Ini menunjukkan adanya kemungkinan manipulasi dalam proses seleksi,” tambahnya.

 Untuk itu kami minta Kejaksaan Negeri Rohil segera melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap kebenaran dan menjaring pihak-pihak yang terlibat. Apalagi anggaran DAU yang bersumber dari uang rakyat dapat digunakan secara efektif dan efisien untuk kepentingan pendidikan anak-anak Rohil.