Pemkab Rohil Dinilai Tak Peduli Terhadap Media, IMO Rohil: Keberadaan Media Lokal Tak Bisa Dianggap Sepele

Ahad, 22 Februari 2026 - 14:33:36 WIB

Rohil – Kondisi hubungan antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rokan Hilir (Rohil) dengan media massa di daerah tersebut tengah menghadapi tantangan serius. Pemerintah daerah yang saat ini dipimpin oleh Bupati H. Bistamam dan Wakil Bupati Jhony Charles dinilai oleh sejumlah organisasi pers sebagai pihak yang "tak peduli" dan kurang responsif terhadap keberadaan serta peran media, baik cetak maupun daring.

 Kesimpulan ini diutarakan langsung oleh Ketua Ikatan Media Online (IMO) Rohil, Heriandi Bustam, dalam keterangan pers yang disampaikannya di kantor organisasi tersebut, Minggu (22/02/2026). Menurutnya, sikap pemerintah daerah yang tampak acuh tak acuh terhadap media bukan hanya merusak hubungan bilateral, tetapi juga membawa dampak yang signifikan bagi kelangsungan usaha media lokal di tengah gelombang disrupsi digital dan tantangan ekonomi yang tengah dihadapi industri pers di seluruh Indonesia.

 "Pemerintah Daerah memiliki peran yang sangat penting dalam mendukung ekosistem media di daerahnya. Kami mengharapkan Pemkab Rohil benar-benar memperhatikan kelangsungan usaha media, khususnya media lokal yang sudah lama menjadi bagian dari struktur informasi masyarakat Rohil," ujar Heriandi dengan nada tegas.

 Ia menjelaskan bahwa keberadaan media lokal tidak bisa dianggap sepele atau hanya sebagai alat promosi semata. "Media lokal memiliki peran krusial sebagai penjaga identitas daerah, wadah suara masyarakat yang mungkin tidak terdengar di tingkat nasional, serta penunjang stabilitas politik daerah melalui penyebaran informasi yang akurat, objektif, dan transparan," tambahnya.

 Menurut Heriandi, kondisi yang tengah terjadi di Rohil menunjukkan bahwa pemerintah daerah belum sepenuhnya memahami kontribusi media lokal terhadap pembangunan dan tata pemerintahan yang baik. Sikap tidak peduli yang ditunjukkan dinilai sebagai ancaman nyata terhadap keberlanjutan ekonomi perusahaan pers di daerah.

 "Kita hanya ingin bertemu secara langsung dengan Bupati untuk menyampaikan beberapa usulan dan masukan terkait dengan bagaimana pemerintah daerah bisa bekerja sama dengan media lokal dalam meningkatkan kualitas informasi publik di Rohil. 

Namun, hingga kini tidak ada satu pun jawaban atau tanggapan resmi yang kita terima. Hal ini membuat kami merasa bahwa Bupati Bistamam memang tidak peduli dengan apa yang ingin kita usulkan dan kurang menghargai peran penting pers dalam masyarakat," ujar Heriandi dengan nada kesal.

 Saat ini, IMO Rohil bersama dengan beberapa organisasi pers lainnya sedang mempertimbangkan untuk mengirimkan surat kedua terkait permohonan audiensi, serta melakukan koordinasi dengan organisasi pers tingkat provinsi untuk mendapatkan dukungan dalam menyampaikan aspirasi media lokal di Rohil kepada pemerintah daerah.